Tampilkan postingan dengan label jadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jadi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Desember 2013

Wow Tranplantasi Kepala Jadi Kenyataan

Ada yang pernah dengar ilmu Rawa Rontek (kepala-putus) ? Ilmu tingkat tinggi ini konon dikuasai oleh Pitung, sang pendekar legenda Betawi. Ia kebal segala senjata, walau kepalanya terpenggal masih bisa tersambung dan hidup lagi.

Kalau kesaktian semacam itu berbau mistis, tapi tidak bagi ilmu kedokteran dewasa ini. Kabar mengejutkan datang dari Italia. Sebuah proyek yang disebut HEAVEN mengumumkan dalam sebuah jurnal Surgical Neurology International, penyambungan atau transplantasi kepala pada manusia semakin mendekati kenyataan.

Ilustrasi artis menggambarkan bila transplantasi kepala jadi kenyataan, bukan tak mungkin menghidupkan kembali presiden dunia yang telah mati


Dalam jurnal disebutkan Dr Sergio Canavero menguraikan prosedur untuk mengambil kepala dari donor dan menanamkannya ke tubuh orang lain. Langkah ini melibatkan induksi hipotermia dan memotong syaraf sumsum tulang belakang dengan pisau ultra-tajam, sehingga dapat menyatu dengan sumsum tulang belakang donor.

"Hal ini, tentu saja, benar-benar berbeda dari apa yang terjadi dalam cedera tulang belakang klinis, di mana kerusakan dan jaringan parut menghambat regenerasi," tulis Canavero.

Dr Sergio Canavero yang kini dijuluki "Dr. Frankestein"

Ia menguraikan skenario hipotetis, di mana donor adalah orang yang menglami mati otak. Dia mengatakan, penerimanya bisa siapa saja yang berada dalam kondisi terminal, karena kanker atau apa pun yang meninggalkan otaknya dalam kondisi utuh.

Untuk transplantasi kepala, dua operasi harus dilakukan di ruang yang sama, di mana kedua tali tulang belakang akan terputus secara bersamaan untuk kemudian segera disambungkan, direkatkan dengan zat yang disebut polyethylene glycol, atau PEG.


Sejak 1950
Sebenarnya transplantasi kepala bukanlah hal baru. Menurut catatan, pertama kali terjadi pada tahun 1950 ketika seorang Dokter Rusia mencoba tranplantasi kepala anjing.

Di tahun 1970, Robert White, dari Case Western Reserve University (CWRU), menguji-coba pada monyet. Binatang itu bisa bertahan hidup dengan tubuh baru selama 8 hari. Kelemahannya, kepala monyet yang baru tidak memiliki kontrol atas tubuh saraf baru.

Transplantasi kepala termasuk menyambung kembali jutaan saraf


Berbagai upaya perbaikan terjai bertahun-tahun kemudian.  Percobaan transplantasi pada tikus bisa mengontrol saraf kandung kemih dan diafragma. Dua bahan kimia chondroitinase dan FGF digunakan untuk memberikan insentif proses rekoneksi. Selain itu, PEG pencahar (polyethylene glycol), dan bahkan melatonin juga dipakai dalam membantu regenerasi saraf.

Kembali pada hasil percobaan Canavero di Italia, berbagai kemajuan telah dicapai. Penyambungan kepala di tahun-tahun mendatang bukan hal yang mustahil. Namun, kendala terbesar adalah kesiapan masyarakat pada terobosan revolusioner ini.

"Masalahnya adalah bukan terkait dengan hal-hal teknis, tapi etis," ungkap Canavero dilansir ] ABCNews.com. Lebih jauh, menurut sang dokter hasil operasi akan menciptakan sebuah chimera, makhluk mitologis, dan bertabrakan dengan isu-isu etika yang kompleks -- misalnya, pasien akan menurunkan sifat genetiknya atau genetik donor.

Ketika kloning pada manusia masih terus diperdebatkan di banyak negara, bagaimana dengan ilmu rawa rontek modern ini?



















Sumber:
tempo
wikipedia
extremetech
indianexpress
Read More..

Sabtu, 23 November 2013

Perempuan Jadi Pria Jatuh Cinta Pada Perempuan yang Sebelumnya Pria

Ketika transgender mulai marak terjadi di negara-negara barat, kadang diadakan acara gathering sebagai dukungan bagi mereka. Masalahnya, jadi terlihat ganjil saat ada kejadian unik.
 

Andrew (17 tahun) adalah remaja yang melakukan operasi kelamin. Sebelumnya ia dilahirkan sebagai perempuan bernama Emerald. Namun merasa tak nyaman dengan kodrat yang dimiliki. Sekarang denmgan tubuh barunya sebagai pria, merasa lebih senang beraktivitas seperti ke kolam renang, misalnya.

Sebaliknya, Katie Hills justru sebelumnya adalah seorang pria bernama Luke. Ia juga melakukan proses transgender dua tahun lalu (sekitar 2011).
 

 
Nah, pada acara gathering khusus transgender ternyata Andrew dan Katie saling jatuh cinta. Akhirnya berpacaran. 

Sebelumnya, Katie sering di-bully di sekolah karena menjadi transgender. Kini, menurutnya, hidupnya jadi lebih indah karena cinta yang dirasakan bersama Andrew. Kedua orang tua mereka juga menerima keputusan anak-anaknya. Yang mereka harapkan adalah, orang-orang lain juga mau mengerti jalan yang mereka pilih. 

Hmmm...Menurut kamu?

Sumber:
Read More..